Sketsamalang.com – Di tengah maraknya produksi film animasi nasional, “Pelangi di Mars” muncul sebagai proyek ambisius yang menggabungkan elemen fiksi ilmiah dengan pesan lingkungan. Film ini disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures. Dijadwalkan tayang di bioskop pada Maret 2026, bertepatan dengan libur Idulfitri, film ini melibatkan ratusan animator Indonesia dan menjadi salah satu produksi termahal di Tanah Air.
Cerita film berlatar tahun 2100, ketika Bumi dilanda krisis air bersih akibat monopoli perusahaan Nerotex, sehingga umat manusia membangun koloni di Planet Mars. Tokoh utama, Pelangi, seorang gadis berusia 12 tahun yang menjadi manusia pertama lahir dan besar di Mars, ditinggalkan bersama robot-robot terbengkalai setelah ibunya, Pratiwi, dan koloni lainnya meninggalkan planet tersebut. Bersama sahabat robotnya, Pelangi memulai pencarian mineral langka Zeolit Omega, yang diharapkan menjadi solusi pemurnian air untuk menyelamatkan masa depan Bumi.
Film ini menonjolkan tema petualangan, persahabatan, dan penyelamatan lingkungan, dengan elemen sci-fi seperti robot dan eksplorasi luar angkasa. Trailer resmi yang telah dirilis menampilkan visual menarik dengan latar Mars yang realistis.
Pemeran suara melibatkan aktor ternama, di antaranya Keinaya Messi Gusti sebagai Pelangi, Lutesha sebagai Pratiwi, Rio Dewanto sebagai Banyu, Livy Renata sebagai Mirna, dan Myesha Lin sebagai Pelangi kecil.
Menurut sumber produksi, film ini tidak hanya menghibur keluarga, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan isu global seperti kelangkaan air dan kolonisasi antariksa. Dengan dukungan teknologi animasi canggih, “Pelangi di Mars” diharapkan menjadi tonggak baru bagi industri film Indonesia di kancah internasional.






