Farmasi UMM dan Martha Tilaar Group Perkuat Sinergi Inovasi Berbasis Alam Menuju Efikasi Ilmiah

Sketsamalang.com – Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin kolaborasi inspiratif dengan PT Martina Berto Tbk (Martha Tilaar Group) dalam upaya memperkuat riset dan inovasi berbasis bahan alam.

Melalui kegiatan kuliah tamu bertema “Transformasi Inovasi Berbasis Alam: Dari Eksplorasi Ilmiah Menuju Pembuktian Efikasi”, kedua institusi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjembatani dunia akademik dan industri dalam menghasilkan produk farmasi alami yang ilmiah, berdaya saing, dan berkelanjutan. Acara berlangsung di Aula Lantai 2 GKB V UMM, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa angkatan 2023 dan 2024, sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik berbasis riset dan inovasi farmasi alami.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kesehatan, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., yang menegaskan bahwa pengembangan bahan alam menjadi inovasi farmasi modern menuntut kolaborasi lintas sektor.

“Kolaborasi akademisi dan industri menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi produk herbal yang teruji secara ilmiah dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Kuliah tamu bertema “Transformasi Inovasi Berbasis Alam Dari Eksplorasi Ilmiah Menuju Pembuktian Efikasi”. (Ist)

Kegiatan ini juga mendapat perhatian khusus dari Direktur Utama PT Martina Berto Tbk, Bryan D.E. Tilaar, yang turut hadir memberikan sambutan. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pentingnya kesinambungan antara penelitian akademik dan implementasi industri dalam menghasilkan produk alami unggulan.

“Kami percaya bahwa sinergi dengan perguruan tinggi seperti UMM akan melahirkan peneliti muda yang tidak hanya berwawasan ilmiah, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keberlanjutan sumber daya alam,” tegas Bryan.

Sebagai pembicara utama, Mailly, S.Si., M.Biomed., selaku Head of Corporate Advance Research and Evaluation Centre, Martha Tilaar Group, memaparkan perjalanan panjang inovasi berbasis bahan alam di industri kosmetik dan farmasi Indonesia.

Beliau menguraikan proses riset dari tahap eksplorasi sumber bahan, validasi bioaktivitas, hingga pembuktian efikasi klinis.

“Inovasi tidak dapat dipisahkan dari pembuktian ilmiah. Efikasi adalah jembatan antara pengetahuan tradisional dan legitimasi ilmiah modern,” jelasnya.

Sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif, di mana para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan berbagai pertanyaan seputar riset bahan alam, peluang karier riset, serta tantangan hilirisasi produk berbasis kearifan lokal.

Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya strategis Prodi Farmasi UMM dalam menumbuhkan budaya riset, inovasi, dan kolaborasi industri – sejalan dengan visi UMM sebagai Kampus Putih yang Unggul dan Berkemajuan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *