Dukung SDGs 2 Tanpa Kelaparan, Dosen dan Mahasiswa KKN FP UB Berikan Penyuluhan Hingga Pembuatan Prototype KRPL di Desa Tlekung

Sketsamalang.com – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program pengabdian masyarakat (pengmas) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Pekarangan melalui Penataan dan Pemeliharaan Tanaman untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)”, dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 2 tanpa kelaparan.

Program ini tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga realisasi langsung melalui pembuatan tiga prototype KRPL di lokasi berbeda. Dengan dua tipe pekarangan, yaitu lahan sempit (kurang dari 10 meter persegi) dan lahan sedang (10–50 meter persegi).

Foto bersama dosen dan mahasiswa KKN FP UB dengan Ibu-ibu PKK Desa Tlekung. (Istimewa)
Sinergi Dosen dan Mahasiswa

Dr. Euis Elih Nurlaelih, SP., M.Si., selaku dosen pengabdian masyarakat dan pembimbing KKN menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir, FP UB menggabungkan program pengabdian masyarakat dengan kegiatan KKN mahasiswa. Tujuannya agar bisa memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan dijadikan satu, maka dosen terbantu dalam pelaksanaan. Dan mahasiswa dibantu dari sisi pendampingan dan biaya,” jelasnya.

Menurut Euis, program utama yang dijalankan di Desa Tlekung adalah optimalisasi pekarangan rumah untuk ketahanan pangan, sebagai bagian dari implementasi KRPL dan mendukung SDGs 2 tanpa kelaparan.

“Harapannya kita bisa memberikan contoh nyata dalam bentuk prototype pekarangan yang di desain untuk ketahanan pangan. Dengan ciri khasnya menanam tanaman yang bisa dikonsumsi,” ungkapnya.

Dosen pengabdian masyarakat dan pembimbing KKN, Dr. Euis Elih Nurlaelih, SP., MSi. memberikan penyuluhan KRPL. (Istimewa)
Edukasi dan Implementasi KRPL

Dr. Izmi Yulianah, SP., M.Si., turut memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK terkait konsep dasar KRPL. Ia menekankan bahwa KRPL merupakan upaya pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Penting untuk tidak hanya tahu cara menanam, tapi juga merawat agar tanaman tetap hidup dan dapat dimanfaatkan,” jelasnya.

Jenis tanaman yang ditanam mencakup sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, cabai, tomat, dan terong, serta tanaman obat keluarga (TOGA) seperti sirih, kumis kucing, lidah buaya, dan rosmeri.

Izmi menambahkan, tantangan utama keberlangsungan KRPL adalah rendahnya kesadaran dalam merawat tanaman, terutama karena kesibukan para ibu rumah tangga.

“Menanam bisa, tapi memeliharanya yang sulit. Padahal jika dirawat, hasilnya bisa dirasakan sendiri oleh keluarga,” tegasnya.

Prototype KRPL di salah satu rumah warga. (Istimewa)
Mahasiswa KKN Terlibat Aktif

Koordinator KKN, Dimas Abdillah menyampaikan, program KKN di Desa Tlekung diikuti oleh 20 mahasiswa semester empat FP UB, yang berlangsung selama satu bulan (1–28 Juli 2025). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut memetakan permasalahan pertanian warga, khususnya terkait hama dan penyakit tanaman.

“Kami menerapkan ilmu perkuliahan untuk membantu masyarakat, mulai dari perbaikan kesuburan tanah hingga pengendalian hama dan gulma,” kata Dimas.

Salah satu prototype KRPL dibuat di lahan Kantor Desa Tlekung. Yang di desain menggunakan bata ringan dengan ukuran 60 x 180 cm dan dapat ditanami 10 tanaman.

“Jenis tanamannya mengikuti permintaan ibu-ibu PKK, seperti sirih, lengkuas, kumis kucing, serta sayuran seperti sawi daging, andewi, tomat, dan terong,” jelas Abdul Hafiidh Eka Putra, anggota tim KKN.

Tanaman gantung seperti sirih gading putih dan tanaman rambat seperti bunga telang serta pegagan juga ditanam sebagai pelengkap.

Menurut Gizka Putri Wardayanti, perawatan dilakukan setiap hari, meliputi penyiraman pagi dan sore, serta pengamatan hama penyakit. Setelah masa KKN selesai, perawatan dilanjutkan oleh pemilik pekarangan, dengan evaluasi rutin setiap bulan.

Apresiasi Warga Desa

Mewakili Ketua PKK Desa Tlekung, Ibu Rita menyampaikan apresiasi atas program KRPL yang disosialisasikan oleh tim FP UB.

“Terima kasih kepada dosen dan mahasiswa KKN FP UB. Semoga ilmu yang disampaikan membawa keberkahan dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Tlekung,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *