Sketsamalang.com – TransJatim koridor Malang Raya akan resmi diluncurkan, menghubungkan Terminal Hamid Rusdi Kota Malang hingga Terminal Batu pada 20 November 2025.
Program transportasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperlancar transportasi publik dengan harga terjangkau yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Rute resmi TransJatim Malang-Batu melewati sejumlah halte strategis seperti Terminal Hamid Rusdi, Shelter GOR Ken Arok, Terminal Madyopuro, Shelter Sawojajar, Shelter Arjosari (Malang Kota Baru), dan Shelter Kajoetangan.
Selain kendaraan yang akan menjadi alat transportasi, pramugari juga menjadi salah satu komponen penting untuk mendukung pelayanan bus ini.
Pendaftaran pramugari ini bukan pekerjaan yang jarang diminati.
Menurut Gracia Viorentina, salah satu pramugari TransJatim Malang, pendaftaran secara offline mencapai sekitar 1.000 pendaftar, namun hanya sekitar 50-an yang lolos seleksi.
“Waktu itu banyak, pak. 1000 lebih. sekarang yang kesaring ini kurang lebih 50-an,” ujar Gracia.
Rekrutmen awal dilakukan lewat promosi media sosial dan pamflet fisik.
TransJatim Malang menggunakan sistem shift atau bergantian.

Saat ini, terhitung ada 15 unit bus yang akan berjalan setiap harinya. Empat belas merupakan bus reguler dan satu merupakan bus cadangan.
Di tiap bus akan ada satu pramugari yang dijadwalkan untuk bertugas secara bergantian.
“Shift paling awal start jam 4 pagi dan shift paling akhir ada di jam 21.30 malam.” ujar Gracia.
Untuk rute dan jadwal, TransJatim Malang akan melayani penumpang setiap 15 menit sekali, menjamin frekuensi yang relatif cepat dan nyaman untuk penggunaan harian.
Saat ditanya mengenai suka duka saat masa training, Gracia mengungkap adanya banyak pengalaman positif.
Sebagai lulusan Sarjana Hukum UIN Sunan Ampel, ini adalah pekerjaan pertama baginya di bidang transportasi umum. Namun, dukungan dari para senior menjadi pengaruh penting untuk dirinya.
“Sukanya sih banyak ya. terutama harus beradaptasi dengan masyarakat, karena melayani masyarakat.”
Ia menambahkan, tantangannya datang ketika menghadapi penumpang yang terkadang kurang sabar ketika antre.
“Pasti ada yang orang maunya cepat-cepetan. tapi karena waktu itu saya di Porong dan kapasitasnya penuh sekali.”
Kehadiran TransJatim tidak hanya sebagai moda transportasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi pramugari muda seperti Gracia yang sebelumnya belum pernah bekerja di sektor transportasi publik.
Tarif TransJatim Malang Raya ditetapkan sangat ramah. Penumpang hanya perlu membayar Rp 5.000 untuk umum dan Rp 2.500 bagi pelajar atau mahasiswa. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai atau nontunai melalui QRIS.
Operasional bus akan berlangsung dari pukul 04.00 hingga 22.00 setiap hari.
Dengan layanan bus yang modern, tarif bersubsidi, dan peran aktif pramugari yang “melayani masyarakat,” TransJatim Malang Raya diharapkan menjadi solusi transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan inklusif bagi warga Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.






