Sketsamalang.com, MALANG – SMAN 6 Kota Malang menggelar workshop bertajuk HEXA SAFE ZONE untuk meningkatkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan dalam membangun komunikasi efektif dengan siswa. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat SMAN 6 Kota Malang, Selasa (27/10/2026), tersebut diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik).
Workshop ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik melalui komunikasi yang sehat antara pendidik dan siswa.
Kegiatan menghadirkan Sri Sudarwati, MM, C.PPS, C.NLP, sebagai narasumber. Ia memaparkan berbagai strategi komunikasi efektif yang dapat diterapkan guru dalam menghadapi siswa dengan karakter dan kebutuhan yang beragam.
Sri Sudarwati menekankan bahwa komunikasi antara guru dan siswa tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, komunikasi juga berperan penting dalam membangun kedekatan emosional, menumbuhkan kepercayaan, serta menciptakan suasana belajar yang membuat siswa merasa aman dan dihargai.
Menurutnya, siswa yang merasa didengarkan akan lebih mudah membuka diri. Kondisi tersebut dapat membantu guru memahami kebutuhan dan persoalan yang dihadapi siswa sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih optimal.
“Dalam komunikasi, kita harus memperhatikan gestur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahasa tubuh menjadi salah satu unsur penting dalam membangun komunikasi yang positif. Posisi tubuh yang terbuka, kontak mata yang hangat, serta anggukan ketika mendengarkan dapat menunjukkan perhatian dan membuat siswa merasa dihargai.
Selain memperhatikan gestur, guru juga perlu memilih kata-kata yang tepat ketika berbicara dengan siswa. Pendekatan komunikasi yang baik dapat membantu membangun hubungan yang lebih terbuka tanpa harus mengandalkan sikap otoriter.
Guru Dibekali Teknik Komunikasi Efektif
Dalam workshop tersebut, Sri Sudarwati juga memperkenalkan teknik komunikasi berbasis pendekatan psikologi dan Neuro-Linguistic Programming (NLP). Materi ini diarahkan untuk membantu guru memahami perbedaan karakter siswa sekaligus menentukan pendekatan komunikasi yang sesuai.
Sejumlah aspek yang dibahas meliputi pemilihan diksi, keterampilan mendengarkan secara aktif, pemahaman terhadap bahasa tubuh, serta cara membangun kepercayaan antara guru dan siswa.
Kemampuan tersebut dinilai penting dalam menghadapi berbagai situasi di sekolah. Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami kondisi siswa agar komunikasi dapat berlangsung secara efektif.
Workshop yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu tidak hanya berisi penyampaian materi. Para peserta juga mengikuti praktik dan diskusi interaktif untuk menerapkan teknik komunikasi dalam situasi yang kerap ditemui di lingkungan sekolah.
Peserta diajak menyimulasikan cara menghadapi siswa yang kurang memiliki motivasi belajar, menangani siswa yang mengalami permasalahan, serta membangun komunikasi dengan siswa yang cenderung tertutup.
Melalui sesi praktik tersebut, guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat mengembangkan keterampilan berkomunikasi yang lebih adaptif sesuai dengan karakter dan kondisi setiap siswa.
## HEXA SAFE ZONE untuk Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman
Kepala SMAN 6 Kota Malang mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai, kemampuan berkomunikasi dengan siswa merupakan kompetensi fundamental yang harus dimiliki setiap pendidik.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat HEXA SAFE ZONE, yakni menciptakan zona aman bagi siswa melalui komunikasi yang sehat dan hubungan positif di lingkungan sekolah.
“Kami berharap seluruh guru dan tendik dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh hari ini, sehingga setiap siswa merasa aman, dihargai, dan terbantu dalam proses belajarnya,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru dan tenaga kependidikan aktif mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta mempraktikkan pendekatan komunikasi yang dipaparkan narasumber.
Salah satu guru menyampaikan bahwa workshop tersebut memberikan perspektif baru dalam memahami siswa, khususnya mengenai pentingnya memilih pendekatan komunikasi sesuai dengan karakter masing-masing peserta didik.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu guru membangun interaksi yang lebih positif, terutama ketika menghadapi siswa dengan beragam perilaku, kebutuhan, dan persoalan dalam proses belajar.
Melalui workshop HEXA SAFE ZONE, SMAN 6 Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penciptaan lingkungan sekolah yang ramah, komunikatif, serta mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.







