Ratusan Mahasiswa Baru FK UB Penmas di Desa Permanu, Hadirkan Pengobatan Gratis hingga Edukasi Kesehatan

Sketsamalang.com – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (Penmas) 2026 bertajuk “Askara Cakra Sokantara, Menggerakkan Cahaya, Mengabdi Bersama” di Desa Permanu, Kabupaten Malang, pada 25–27 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini melibatkan sekitar 700 mahasiswa baru FK UB. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Penmas 2026 lebih terpusat pada pelayanan dan edukasi kesehatan sebagai implementasi nyata tridarma perguruan tinggi.

Ketua I Penmas FK UB 2026, Muhammad Sabiq Samy, mengatakan hari pertama diawali dengan upacara pembukaan, kemudian peserta langsung diterjunkan ke sejumlah titik kegiatan di desa.

“Kegiatan kami lebih terfokus pada bidang kesehatan. Setelah pembukaan, peserta langsung bergerak ke beberapa lokasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mahasiswa dari Program Studi Kebidanan memberikan edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak. Sementara mahasiswa Farmasi mengadakan pelatihan pembuatan aromaterapi sebagai media relaksasi.

Peserta Penmas FK UB di Desa Permanu, Kabupaten Malang.

Di sisi lain, mahasiswa Program Studi Kedokteran melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dasar untuk memberikan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan perundungan (bullying), serta berbagai isu sosial yang berkaitan dengan anak.

Pada malam hari, FK UB juga menggelar kajian akbar di Masjid Nur Hidayah yang diikuti masyarakat Desa Permanu, Desa Karang Pandan, serta seluruh peserta Penmas.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pelayanan kesehatan melalui pengobatan gratis di GOR Sinduwangso dan SD Negeri 01 Permanu yang terbuka bagi masyarakat umum.

Layanan tersebut melibatkan dokter, bidan, dan apoteker. Warga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan dasar lainnya. Obat-obatan juga diberikan secara gratis sesuai kebutuhan pasien.

Selain pelayanan di lokasi, FK UB juga melaksanakan program kunjungan dari rumah ke rumah bagi warga yang tidak dapat datang ke tempat pengobatan.

“Dalam kegiatan tersebut dokter bersama peserta akan mendatangi rumah warga yang telah dipilih karena memang membutuhkan pelayanan kesehatan. Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan obat dan edukasi kesehatan secara langsung,” kata Sabiq.

Malam kedua diisi dengan malam keakraban yang menampilkan pertunjukan seni dari sanggar tari Desa Permanu serta penampilan mahasiswa FK UB sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat setempat.

Sementara itu, hari ketiga akan ditutup dengan seremoni penutupan rangkaian kegiatan.

Selama mengikuti Penmas, para mahasiswa baru tinggal di rumah-rumah warga sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup bermasyarakat dan membangun kedekatan dengan warga desa.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan membangun pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa baru tentang pentingnya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

“Kami ingin memberikan contoh secara langsung kepada mahasiswa bagaimana mengabdi kepada masyarakat, memberikan edukasi kesehatan, sekaligus melanjutkan program pengabdian yang nantinya dapat diteruskan oleh angkatan berikutnya,” tuturnya.

Pemilihan Desa Permanu sebagai lokasi Penmas bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil riset internal yang didukung data kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, desa tersebut termasuk wilayah yang masih membutuhkan peningkatan akses dan pelayanan kesehatan.

Melalui Penmas 2026, FK UB berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan jiwa kepedulian sosial dan profesionalisme calon tenaga kesehatan sejak dini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *