Sketsamalang.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar kepada 10 tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional baru di tahun 2025. Penganugerahan tersebut diumumkan dalam upacara di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.
Pemberian gelar ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditandatangani di Jakarta pada 6 November 2025.
Dalam Keputusan Presiden (Keppres), Prabowo mengatakan bahwa,
“menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa untuk kepentingan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.”
Hari Pahlawan Nasional sendiri diperingati setiap 10 November untuk mengenang Pertempuran Surabaya tahun 1945.
Penetapan tanggal ini sebagai hari nasional dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang dikeluarkan pada 16 Desember 1959.
Mulai saat itu, Hari Pahlawan menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pejuang yang gugur mempertahankan kemerdekaan.
Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Gelar ini diberikan khusus kepada individu yang berjasa besar bagi bangsa dan negara.
Gelar ini bersifat anumerta dan menjadi simbol penghormatan terhadap perbuatan heroik yang dapat diteladani sepanjang masa.
Berikut daftar 10 tokoh yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025 beserta kiprah dan jasa mereka bagi Republik Indonesia:
1. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
Dikenal sebagai tokoh pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan. Mantan presiden RI ke-4 itu memiliki peran besar dalam memperjuangkan hak minoritas dan kebebasan beragama di Indonesia.
Berkat Gus Dur juga bendera Bintang Kejora sebagai simbol budaya di Papua berhasil dikibarkan. Sejak saat itu, Irian Jaya berubah nama menjadi Papua.
2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto – Jawa Tengah
Tokoh militer yang berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Ia memimpin pelucutan senjata tentara Jepang di Yogyakarta pada 1945 dan kemudian memimpin pembangunan nasional di masa pascakemerdekaan.
Berkat Soeharto, pendidikan wajib belajar 9 tahun juga dilaksanakan melalui rancangannya 2 Mei 1994. Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1994 ia meningkatkan akses pendidikan dasar (SD dan SMP/sederajat).
3. Marsinah – Jawa Timur
Nama ini sudah tidak asing di kalangan buruh. Marsinah merupakan aktivis buruh perempuan yang menjadi simbol perjuangan keadilan sosial dan hak asasi manusia.
Marsinah bertindak sebagai negosiator untuk 500 pekerja yang melakukan pemogokan karena perusahaan tempat mereka bekerja gagal menerapkan upah minimum dan otonomi serikat buruh.
Ia disebut sebagai tokoh yang memperjuangkan hak-hak pekerja di masa rezim otoriter, hingga gugur karena keberaniannya.
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
Ahli hukum dan politik yang menggagas konsep negara kepulauan. Gagasannya menjadi dasar Deklarasi Djuanda tahun 1953, yang memperkuat kedaulatan maritim Indonesia di mata dunia.
Mochtar dikenalan sebagai orang yang piawai dalam mencairkan suasana. Dibalik sisi humornya itu, dia tetap memiliki pola pikir yang cepat dan tepat.
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
Pionir pendidikan Islam bagi perempuan. Ia mendirikan Madrasah Diniyah Putri Padang Panjang dan aktif dalam politik awal kemerdekaan, memperjuangkan peran perempuan dalam pendidikan.
Keberaniannya menginspirasi Universitas Al-Azhar membuka Kulliyatul Banat, fakultas yang dikhususkan untuk perempuan dan menignkatkan kualitas pendidikan.
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah
Tokoh militer yang berperan dalam menjaga stabilitas nasional. Ia dikenal disiplin, berjiwa kepemimpinan tinggi, dan turut mengembangkan pendidikan militer di Indonesia.
7. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
Raja Bima yang dikenal cerdas dan berpandangan luas. Ia mendorong kemajuan pendidikan di wilayahnya dan aktif menjalin diplomasi dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
8. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
Ulama besar dan pendiri pesantren yang berperan membentuk generasi santri pejuang. Ia menjadi guru bagi banyak tokoh pergerakan Islam di masa awal kemerdekaan.
9. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
Tokoh lokal yang berjuang melawan penjajahan Belanda di wilayah Sumatera Utara. Ia dikenal sebagai pemimpin rakyat yang gigih mempertahankan kedaulatan tanah air.
10. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
Sultan Tidore terakhir yang berperan dalam diplomasi nasional. Ia memperjuangkan pengakuan wilayah timur Indonesia sebagai bagian sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia juga dikenal memiliki peran penting dalam sejarah perebutan kembali Papua Barat.
Penganugerahan gelar ini menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak berhenti pada masa kemerdekaan.
Para pahlawan ini menunjukkan bahwa keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk perjuangan, baik di medan perang, pendidikan, hukum, maupun kemanusiaan.






