Dosen FAPET UB Berikan Penyuluhan Pemanfaatan Kolostrum untuk Pedet

SKETSAMALANG.COM – Tim pengabdian masyarakat Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) melakukan Penyuluhan. Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pada pengabdian kepada masyarakat.

Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Puguh Surjowardojo, MP., Zia ul Rahman Fithron S.Pt., M.B.A, Hanum Muarifah, S.Pt., M. Sc., Ahmad Khoirul Umam, S.Pt., M.Pt., M.Sc.

Penyuluhan diberikan kepada peternak sapi perah di Dusun Tuyometro Desa Pesanggrahan Kota Batu, Selasa (18/10/2022).

Peserta penyuluhan diikuti masyarakat yang tergabung dalam kelompok ternak Rojokoyo Farm. Penyuluhan ini melibatkan 5 orang mahasiswa Fapet UB dari program sarjana dan pasca sarjana.

Prof. Dr. Ir. Puguh Surjowardojo, MP, mengatakan, kegitan penyuluhan yang melibatkan mahasiswa ini bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam bersosialisasi di masyarakat.

“Sementara bagi kelompok ternak dengan mengikuti penyuluhan ini dapat memperoleh pengetahuan tentang pentingnya pemanfaatan kolostrum bagi pedet yang baru lahir. Sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko kematian pedet yang baru lahir karena kekurangan nutrisi,” jelasnya.

Dalam penyuluhannya, Prof. Puguh, menyampaikan, Kolostrum sangat penting bagi pedet dan harus dikonsumsi sesegera mungkin.

“Karena pedet yang baru lahir tidak memiliki antibodi yang merupakan hal penting dalam sistem immune. Hal ini dikarenakan kolostrum sangat kaya akan antibodi sehingga dapat menurunkan resiko pedet lahir mati akibat diare, pneumonia,” terangnya.

Lebih lanjut Prof. Puguh menjelaskan beberapa keistimewaan kolostrum, yaitu mengandung banyak immunoglobulin. Karena pedet baru mampu menghasilkan immunoglobulin sendiri pada umur sekitar 2 minggu. Kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan susu murni.

“Dan mampu membantu pencernaan meconium yang bersifat laxative (senyawa pelancar dan menigkatkan kinerja isi pecernaan pada pedet),” jelasnya.

Selain itu, Prof. Puguh juga memberikan cara substitusi kolostrum apabila indukan sapi tidak atau belum bisa memproduksi kolostrum dalam 24 jam setelah kelahiran pedet. Untuk menghindari kematian dari pedet berikut adalah bahan yang digunakan dalam substitusi yaitu dengan mencampurkan 1 butir telur kocok didalam 0,3 L air + 1 sendok teh minyak jarak + 0,6 L susu segar.

“Meskipun Substansi susu buatan ini tidak dapat menggantikan kolostrum, tetapi albumin pada telur dapat secara cepat di absorbsi dinding usus dan memacu terbentuknya globulin pada tubuh sapi,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut perwakilan kelompok ternak Rojokoyo Farm, Darji menyampaikan ucapan terimaksih.

“Saya mewakili mengucapkan banyak terimakasih dengan adanya penyuluhan seperti ini kami para peternak bisa memperoleh ilmu tambahan dan mengetahui besarnya manfaat kolostrum,” pungkasnya.

(Visited 102 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *